![]() |
| Ilustrasi Kisah Ainul Hayat. Foto: Ist/Net |
Kisah Ainul Hayat sangat menarik untuk dibahas. Pasalnya, Ainul
Hayat ini kisahnya termasuk di dalam kisah sejarah islam.
Telaga Ainul Hayat konon merupakan air keabadian.
Di dalam Al-Quran terdapat penjelasan mengenai keberadaan telaga
Ainul Hayat. Anggapan sebagai air keabadian, sebab barangsiapa yang meminum
seteguk air saja, maka hidupnya bakal abadi.
Allah SWT akan menjamin kehidupan untuk orang yang meminum air
dari Ainul Hayat ini sampai hari kiamat tiba. Kecuali jika orang tersebut
memohon kepada Allah SWT agar mematikannya.
Kisah Ainul Hayat, Misteri Perjalanan untuk Menemukan Mata Air
Keabadian
Di alam semesta ini ada sejumlah tempat misterius. Keberadaannya
pun masih menjadi rahasia.
Walaupun ilmu sains tidak dapat menjelaskannya, akan tetapi
beberapa ajaran agama mempercayai keberadaan tempat-tempat misterius tersebut.
Seperti agama Islam dan Yahudi.
Sebagaimana melansir berbagai sumber, menurut sejumlah ahli
tafsir ada air kehidupan yang dapat memperpanjang umur manusia. Siapapun yang
meminum air ini meski hanya seteguk saja, hidupnya akan kekal.
Fountain of Youth adalah mata air keabadian. Barangsiapa yang
meneguknya bakal kembali muda. Namun, keberadaan sumber mata air Fountain of
Youth masih
menjadi misteri.
Menurut catatan sejarah, Raja Ferdinand sangat meyakini
keberadaan mata air keabadian ini. Ia menganggap apa yang tertulis di dalam
kitab serta manuskrip kuno tidak mengada-ngada.
Sehingga, ia menunjuk Ponce de Leon untuk melakukan ekspedisi
guna menemukan keberadaan Fountain of Youth.
Ahli sejarah memperkirakan Ponce de Leon lahir pada tahun 1474
Masehi. Pada September 1493, ketika Christopher Columbus melakukan ekspedisi,
Ponce turut terlibat di dalamnya. Pengikut ekspedisi tersebut yaitu 1200
pelaut, kolonis, serta prajurit.
Di dalam Islam, Fountain of Youth adalah Ainul Hayat. Legenda
dan kisah Ainul Hayat tersebut mencuat usai salah satu pengawal terbaik,
yaitu Raja Zulkarnain berhasil mencapai mata air ini.
Ainul Hayat dan Nabi Khidir AS
Ainul Hayat adalah si mata air keabadian yang konon dijaga oleh
Nabi Khidir AS. Barangsiapa yang menjumpai Ainul Hayat akan menyesal, yang
tidak menjumpainya pun bakal menyesal.
Nabi Khidir adalah salah satu dari para nabi yang kisahnya
tertulis abadi di dalam kita suci umat islam atau Al Qur’an. Nabi
Khidir AS merupakan sosok nabi yang misterius serta terkenal lantaran ilmu
laduninya.
Di dalam sejarah Islam, kisah Ainul hayat adalah mata air
kehidupan yang berhubungan dengan kisah Nabi Khidir Alaihis Salam. Kisah ini
sudah cukup populer di kalangan banyak ulama terdahulu, bahwasanya penyebab
Nabi Khidir AS dipanjangkan usianya yaitu lantaran meneguk air Ainul Hayat.
Ya, mempunyai usia yang sangat panjang merupakan mukjizat Nabi
Khidir AS. Sejumlah ulama serta ahli sufi meriwayatkan suatu kisah rahasia
kehidupan kekal Nabi Khidir AS.
Lalu, kebanyakan kisah tersebut merujuk terhadap misteri air
misterius yang jadi kunci kekalnya Nabi Khidir. Beberapa hikayat juga
mengatakan sesudah Allah SWT menciptakan alam semesta, Allah menurunkan
sejumlah tetesan air dari surga ke dunia ini.
Nah, salah satu tetasan dari mata air surga tersebut selanjutnya
berubah jadi sang Ainul Hayat atau mata air keabadian yang sangat populer
sampai detik ini.
Pencarian
Ainul Hayat dan Raja Zulkarnain
Sejumlah kisah menceritakan bahwa Allah SWT menurunkan malaikat
Rifa’il terhadap Raja Iskandar Zulkarnain. Raja Zulkarnain bertanya kepada
malaikat Rifa”il, “Adakah cara supaya bisa beribadah pada Allah SWT secara
terus-menerus?”
Lalu, malaikat Rifa’il bercerita kepada Raja Zulkarnain tentang
kisah Ainul Hayat, si mata air kehidupan abadi. Berbekal permata pemberian
malaikat Rifa’il dan bersama pasukannya, maka Raja Zulkarnain mencari mata air
Ainul Hayat dengan melakukan perjalanan.
Alkisah, mata air keabadian ini letaknya di tempat paling gelap
di bumi serta tempat keluarnya matahari. Sayangnya, Raja Zulkarnain tak pernah
meminum mata air Ainul Hayat. Namun, Nabi Khidir AS sudah meminum air tersebut
dan menjaganya.
Ketika tiba di tempat yang diberitahukan oleh malaikat Rifa”il,
raja Zulkarnain memerintahkan salah satu orangnya agar masuk lebih dulu guna
mencari Ainul Hayat. Nah, Nabi Khidir AS merupakan orang tersebut.
Atas wahyu dari Allah SWT, Nabi Khidir mendapat petunjuk
mengenai letak Ainul Hayat. Akhirnya Nabi Khidir-lah yang meminum air tersebut.
Bersama pasukannya, Raja Zulkarnain menyusul Nabi Khidir AS.
Tetapi mereka tidak mendapatkan izin untuk menemukan keberadaan mata air Ainul
Hayat oleh Allah SWT. Akhirnya, hanya Nabi Khidir saja yang memperoleh
kehidupan kekal.
Pada dasarnya, tidak terdapat hadits sahih dalam ajaran
islam mengenai kepergian Nabi Khidir dan Raja Zulkarnain untuk menemukan Ainul
Hayat. Kisah Ainul Hayat ini juga diceritakan dalam Israiliyat. Israiliyat
merupakan kisah-kisah yang sering dituturkan oleh orang-orang Yahudi yang
memeluk Islam. (Red/ sumber h rakyat/berbagai sumber)
